Selasa, 26 Maret 2013

study, study, study

Hmm....
Sekarang bulan-bulannya sibuk. Semua orang sedang sibuk dengan kepentingannya. Ada yang sedang ulangan, ujian praktik, ujian sekolah, Try Out, les, bimbel, cari kerjaan, dll..
Dan sepertinya itu juga yang sedang aku rasain.
Tiap hari dihiasi dengan buku-buku. Ada aja yang mau dikerjain, entah itu tugas, ulangan, latihan, dan sebagainya.
Di saat situasi inilah pasti kita mengeluh. "Aduh capek." "Kenapa sih tugas terus???" "Kapan liburnya???" "Gak mikirin murid apa gurunya nih?" etc deh..
Hmm....
Kalo dipikirin baek-baek nih, sebenernya guru gak salah kasih tugas da ulangan ke murid, kan memang tugas dia, dan murid kewajibannya mematuhi aturan. Ya kan? Tapi permasalahannya sejauh mana tugas yang dikasih. Dan kalo memang gurunya salah pasti ditegur waka atau kepsek koq..
Dan satu hal yang harus disadari murid nih...
Emang ada gunanya bagi guru ketika mereka kasih tugas dan ulangan ke kita selain dapet gaji? Mereka sampe marah-marah di kelas ketika kita nggak nurut.
Dan jawabannya NGGAK...!
Anak bukan, ponakan bukan, adek bukan, cucu bukan, gak ada hubungan keluarga tapi selalu diperhatiin.
Dikasih penghargaan enggak, diinget juga belum tentu, dihormati pun belum tentu, apalagi dihargai.
Padahal tanpa mereka kita belum tentu bisa seperti sekarang.

Guru bukan seorang robot yang sekadar untuk nulis nilai diraport.
Mereka orang tua angkat kita di sekolah. Kenapa?
Kita sekitar 6 jam lebih dengan mereka, mereka mengajari kita mulai dari menulis, membaca, berhitung.

Apakah kalian pernah berpikir tanpa mereka belum tentu kita bisa secerdas sekarang?
Belum tentu kalian bisa mengenal apa itu matematika, bahasa, fisika, kimia, biologi, sejarah, geografi, sosiologi, ekonomi, dll.
Kalian juga belum tentu akan bisa diajari bersosialisasi dengan orang lain, cara berkomunikasi, menjaga sikap, dll.

Dan sekarang.. Apa kalian masih ingat nama lengkap atau nama panggilan guru-gurumu dari TK, SD, SMP, SMA??
Belum tentu..!
Apakah kamu akan menegur gurumu ketika bertemu?
Belum tentu..!
Tapi..
Apa mereka mengeluh dan marah ketika kamu tidak menegurmu?
Tidak!
Apa mereka meminta imbalan ketika kamu sudah sukses?
Tidak!
Mereka tidak minta apapun..!
Renungkan betapa besar kasih gurumu kepadamu..

Dari awal memang sebenarnya apapun yang dibuat sekolah baik peraturan dll adalah baik adanya. Tidak ada yang tidak baik.
Akar permasalahannya hanya adalah kesadaran diri. Apakah orang yang diberi aturan bisa menyadari manfaat dibalik smua yang telah dibuat atau tidak.

Oleh karena itu, hargailah gurumu dan tetap berpikir positif agar hidupmu bahagia.. :)

Cc :: @katLin_kyu

Rabu, 16 Januari 2013

Diary 3

Penyesalan itu pasti diakhir. Ga mungkin kan penyesalan diawal?
Satu hal yg buat aku kuat sampe sekarang karena aku nyimpen penyesalan aku dan aku kubur di hati. Tapi terkadar overweidth jadi meluap. Dan sekarang itu yang aku rasain...

Aku dulu mengambil keputusan sering bertanya sama orangtua dan pasti aku ikuti.. Tapi sejak SMA ini, aku diajarin mandiri. Aku jauh dari mereka. Aku gak bisa lagi curhat lagi. Hilang suda tempat curhat. Hilang sudah tempat aku sering berceloteh. Hilang sudah sosok mama yang aku anggep sahabat. Hilang juga sahabatku yang sering aku ajak cerita. Tak ada teman, tak ada kenalan. Kehidupan baru..
Kupikir mudah untuk masuk dan beradaptasi dengan orang-orang yang asing menurutku, tapi ternyata nggak.
Lingkungan baru, teman baru, guru baru, dan keluarga yang tidak akrab menurutku.
Sulit rasanya melalui semua itu. Capek. Letih. Malas. Putus asa. Tangis. Banyak yang dilalui dan membuat pedih.
Tapi semua dapat kulalui.
Teman baru.
Mereka yang membuat aku tertarik. Mereka yang membuat aku tertawa, setidaknya melupakan beban. Tapi pertemanan itu juga dibumbui dengan bertengkaran, slh paham, dll.
Hidup tidak ada yang sempurna..
Kehidupan aku berubah. Aku menjadi lebih pendiam, mungkin yang sudah dekat denganku menganggap aku tidak, karena aku ingin mengubah sifat itu. Aku mulai bermain dengan teman, jahil, sering ajak cerita, dll.
Aku menjadi berbeda di rumah dan di sekolah.
Tak ada yang menyangka..
...

...
Di sekolah aku ikut osis dan aktif disana. Kenapa? Karena aku tidak suka suasana di rumah. Tidak seperti saat d lampung. Di sini aku merasa tidak nyaman. Di kamar saja enggan rasanya.
Aku mencari kesibukan sendiri. Tapi aku sadar aku harus mendapat hasil dari kesibukan itu agar orangtuaku tidak kecewa.
Tapi tidak ada yang mendukung. Orang rumah hanya menuntut ranking ranking ranking ranking. Tidak ada yang mendukung alu belajar organisasi. Tapi bukan karna itu aku menyerah, orangtuaku setuju dengan pesan tidak menggangu nilai.
Nilaiku bagus. Slalu 3 besar dari kelas 10 sampai 12. Tapi apa yang didapat??
No acchievment, no congratulation, and nothing. Just demands..
It's make me confused. Make me disappointed. Make me always cry.
Why must I get it?

Ketika aku salah, kesalahan itu akan selalu diungkit, dibahas, jd bahan cacian.
Ketika aku benar tidak akan diakui. Akan dianggap lalu.
Tidak pernah menganggapku ada. Menganggap aku hanya anak kecil yang tak tau apa-apa. Orang bodoh.

Sungguh aku merasa ini cobaan yang berat.
Tidak ada teman lagi bagiku.
Semakin dewasa semakin aku mengerti bahwa hidup tidak akan selamanya sesuai dengan keinginanku.
Kita akan melakukan hal yang tidak kita sukai.

Capek tenaga, capek waktu, capek pikiran, capek capek capek. Aku jadi slalu mengeluh.
Ingin rasanya mengulang waktu, tapi tidak akan pernah terjadi.
Yang harus aku lakukan hanya bersyukur.
Bersyukur masih ada yang percaya padaku... :')
Thanks, Love you, mom&dad :*

Cc :: @katLin_kyu

Selasa, 01 Januari 2013

Pray to God

Yakobus 1:12
Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.

New year, new life, new hope, but just only one God ;)

"Tiada hidup tanpa pengorbanan."

(๑•́ ₃ •̀๑)