Selasa, 03 Januari 2012

Cara Menyimpan Buah Agar Tetap Segar

Bila Anda membeli buah musiman yang sudah matang, cukup letakkan dalam keranjang buah dan di tempat teduh yang tidak terkena sinar matahari, agar harum alami buah segar menambah rasa memikat dalam rumah.

Pada musim panas tidak cocok untuk menyimpan buah, sebaiknya membeli cukup untuk 1-2 hari, supaya dapat dikonsumsi dalam keadaan segar. Namun orang mo-dern sekarang ini karena sibuk, tidak mungkin sering berbelanja, terpaksa manfaatkan hari libur sekaligus belanja untuk keperluan 1 minggu.

Pada dasarnya mengonsumsi buah paling baik, segera setelah dipotong/kupas. Jika buah yang dibeli masih kurang matang letakkan saja pada suhu udara normal tunggu sampai cukup matang baru disimpan dalam lemari es.

Suhu dingin lemari es dapat mempertahankan kesegaran buah, merupakan tempat yang baik untuk menyimpan buah. Buah tidak perlu dicuci dulu, cukup dimasukan dalam kantong plastik atau kertas, agar kandungan airnya tidak menguap. Sebelumnya tusukkan beberapa lubang pada kantong buah supaya ada sirkulasi udara dalam kantongan menghindari terkumpulnya uap lembab yang dapat mengakibatkan busuknya buah.

Tidak semua jenis buah cocok disimpan dalam lemari es. Ada buah yang sifat bawaannya takut dingin, misalnya sebagian buah yang berasal dari daerah tropis, seperti pisang, mangga, pepaya dan lain sebagainya. Bila dimasukkan dalam lemari es kulitnya akan berbintik-bintik atau menjadi hitam kecokelatan, rasa dan kualitas buah akan menjadi rusak.

Suhu yang cocok untuk buah-buahan, antara 7 – 13 derajat Celcius. Namun ada yang membutuhkan lebih dingin lagi, misalnya apel, anggur, buah persik, buah prem, kesemek dan lain-lain.

Buah yang kulitnya keras, seperti semangka, nanas dan melon, dianjurkan langsung masukkan lemari es.

Buah yang kulitnya lunak, seperti apel, buah pir, mangga dan lain-lain, masukkan dulu ke dalam kantong plastik baru simpan di lemari es.

Untuk buah lengkeng dan leci, bila terlalu lama dalam lemari es kulitnya akan kering dan mengeras, bisa mempengaruhi rasa khusus buah tersebut, maka dianjurkan semprotkan sedikit air dahulu sebelum dimasukkan kedalam kantong plastik kemudian simpan dalam lemari es, dengan demikian bisa mempertahankan rasa segar buah tersebut.

Beberapa Tips Dalam Memasak

Merebus Daging Sapi

Rebus daging sapi dengan api kecil.Agar dagingnya lebih cepat empuk, berikan sejumput daun teh. Dosisnya sama seperti membuat 1 teko teh. Bungkus dengan kain kasa dan rebus bersama. Bisa membuat daging sapi menjadi lebih lezat rasanya dan sangat cepat empuk.

Merebus Kacang Hijau

Sebelum direbus, sangrai kacang hijau hingga kering dalam wajan selama 10 menit. Hal ini dapat membuat kacang hijau menjadi lebih cepat empuk ketika direbus. Akan tetapi sewaktu disangrai jangan sampai menjadi hitam gosong.

Memasak Bubur

Ketika memasak bubur atau kacang-kacangan jangan menambahkan alkali atau soda, hal ini akan merusak gizi yang terkandung dalam beras atau kacang-kacangan tersebut.

Menggoreng

Ketika akan menggoreng makanan, taburkan sedikit garam dalam wajan, hal ini akan mengakibatkan minyak tidak akan muncrat keluar.

Telur Mata Sapi

Sewaktu menggoreng telur mata sapi, ketika kuning telur akan matang (mengeras), siramkan sedikit air dingin pada telur. Hal ini akan membuat telur akan menjadi kuning dan empuk.

Tips Mengonsumsi Telur Agar Sehat

Banyak orang menganggap telur sebagai makanan yang dapat menguatkan tubuh. Jika sering mengonsumsi telur, daya ingat akan meningkat, serta dapat melindungi jantung dan pembuluh nadi, mencegah penyakit kanker, dan memperlambat proses penuaan.

Tapi bila cara mengonsumsi atau pengolahannya tidak benar, nutrisi yang bermanfaat tersebut, akan terbuang percuma, bahkan bisa berubah menjadi racun. Oleh karena itu sebaiknya perlu menguasai teknik pengolahan telur secara benar dan serius, mengupayakan tindakan pencegahan sebelum terjadi hal yang membahayakan.

1. Hindari konsumsi telur yang belum matang

Putih telur mengandung avidin, yang mempengaruhi kinerja tubuh menyerap biotin dalam makanan. Akibatnya timbul gejala hilang nafsu makan, sekujur tubuh tidak bertenaga, nyeri otot, radang kulit, bulu alis rontok, dan lain sebagainya.

Telur juga mengandung antitrypsin, yang dapat mempengaruhi kinerja tubuh menyerap atau mencerna protein telur. Dua substansi tersebut tidak akan larut jika telur belum matang. Oleh karena itu, telur mentah akan mempengaruhi penyerapan atau pencernaan terhadap protein.

Dalam proses pembentukan, telur mengandung bakteri. Sebelum dimasak bakteri tidak dapat dimatikan, hal ini mudah mengakibatkan diare. Maka telur harus diolah sampai matang baru dapat dikonsumsi.

Struktur protein telur mentah berbentuk padat, yang sebagian besar tidak dapat diserap tubuh manusia. Struktur ini akan berubah menjadi lunak saat telur dalam kondisi matang. Usus dan lambung baru bisa mencerna dan menyerapnya. Telur mentah berbau amis yang khas, dapat mengakibatkan saraf pusat terkekang, mengurangi produksi getah lambung, ludah, enzim pencerna, dan lain sebagainya. Dengan demikian mengakibatkan penurunan nafsu makan dan memperburuk pencernaan.

2. Hindari konsumsi telur yang direbus terlampau lama

Telur yang direbus terlalu lama, mengakibatkan timbulnya lapisan ferrous sulfide yang berwarna abu-abu kehijauan di atas permukaan kuning telur. Lapisan ini sangat sulit diserap tubuh. Putih telur menjadi keras dan kenyal, selain mengganggu selera makan, juga sulit diserap.

3. Sebaiknya tidak memasak telur bersama gula

Karena efek temperatur tinggi, telur yang dimasak bersama gula akan membentuk substansi yang dinamakan lysine glycosy lation. Substansi ini dapat merusak asam amino dalam telur yang bermanfaat bagi tubuh. Terlebih lagi substansi ini mempunyai efek mengentalkan darah, yang setelah masuk ke dalam tubuh akan membahayakan. Bila diperlukan penambahan gula, tunggu setelah telur agak dingin.